Breaking

Akadoo – Akagaa

Our Voice / Top News / 12 September 2013

Mari Berangkulan

Setiap kandidat bupati yang terpilih, sebelum menjalankan seluruh visi-misinya, minggu pertama wajib rekonsiliasi dengan lawan-lawan politik yang telah bertaruh dalam pemilihan bupati. Mengapa? Karena setiap kandidat yang maju bupati akan mengusung sumber daya manusia yang siap kerja. Terkadang, banyak sumber daya manusia yang siap kerja, menjadi korban politik karena tidak ada upaya-upaya rekonsiliasi. Banyak dokumen hilang, pembangunan mandeg (totaa-totaa), dan masyarakat (termasuk PNS) tidak terlayani dengan baik.

Akadoo – Akagaa, Saling Memahami!
Dunia semakin canggih, persaingan politik, jabatan, ekonomi semakin kencang, tetapi manusia Meuwo semakin lupa diri dengan adat istiadat yang sudah ada sejak turun temurun. Tidak hanya orang Meuwo, ternyata, dilema ini terjadi dimana-mana. Tidak disadari bahwa, pembangunan adalah iblis internasional yang datang merusak tatanan kehidupan manusia. Mereka yang tidak bersekolah, tidak bekerja, tertinggal terlibas jaman. Mereka yang sudah berpendidikan pun, ketika mendapat jabatan, balas penderitaan di bangku pendidikan dengan Korupsi, Kolusi dan nepotisme. Manusia semakin biadap, tak beradap.

Kadang menjadi rapuh dan tidak efektif, justru karena manusia tidak mampu menempatkan seseorang sesuai talenta yang diberikan padanya. Manusia tidak memberikan seseorang pekerjaan sesuai disiplin ilmu yang pernah ditekuninya. Terkadang, orang Puskesmas diberikan jabatan dibidang pemerintahan. Bahkan ada pula dibebani pekerjaan yang berkaitan dengan ekonomi atau hukum. Jika demikian, dimanakah falsafah Akadoo – Akagaa itu?.

Daerah Meuwo ini, sejatinya adalah Kaka kandung bagi suku-suku pedalaman Papua. Banyak guru Meuwo tersebar hingga wilayah perbatasan RI-PNG. Mereka sudah berkarya tanamkan ilmu kepada generasi Papua, dan mereka sudah berhasil dimana-mana. Di daerah Meuwo sendiri, hancur berantakan, karena ajaran-ajaran sejati itu dikubur oleh orang Meuwo sendiri. Daerah ini sedang hancur oleh ilmu-ilmu kegelapan. Banyak tokoh-tokoh penting, tumbang hanya karena iri hati. Daerah ini, sedang jatuh, tetapi kita tidak menyadarinya. Pemekaran wilayah, perebutan jabatan, pemilihan bupati, sedang mengkotak-kotakan manusia Meuwo menuju persaingan hidup yang tidak sehat. Sikap sosial yang tinggi, tutup diri, dan bahkan program Odha Owadha sedang disalahtafsirkan. Rumah-rumah pejabat dipagar mati. Orang semakin bertanya, didalam pagar ini ada apa ya?

Banyak guru Meuwo tersebar hingga wilayah perbatasan RI-PNG. Mereka sudah berkarya tanamkan ilmu kepada generasi Papua, dan mereka sudah berhasil dimana-mana. Di daerah Meuwo sendiri, hancur berantakan, karena ajaran-ajaran sejati itu dikubur oleh orang Meuwo sendiri. Daerah ini sedang hancur oleh ilmu-ilmu kegelapan. Banyak tokoh-tokoh penting, tumbang hanya karena iri hati. Daerah ini, sedang jatuh, tetapi kita tidak menyadarinya. Pemekaran wilayah, perebutan jabatan, pemilihan bupati, sedang mengkotak-kotakan manusia Meuwo menuju persaingan hidup yang tidak sehat. Sikap sosial yang tinggi, tutup diri, dan bahkan program Odha Owadha sedang disalahtafsirkan. Rumah-rumah pejabat dipagar mati. Orang semakin bertanya, didalam pagar ini ada apa ya?

Para pemimpin kita sudah tidak punya program-program percontohan. Kebun pertanian percontohan, ternakan sapi percontohan, pabrik Kopi, dan lain seterusnya. Dana pembangunan, hilang diatas kertas-kertas kosong. Kepala-kepala SKPD terkait, bingun, karena tidak ditopang oleh visi dan misi yang kuat, tidak pula didukung oleh stakeholder, apalagi masyarakat pemilik hak ulayat. Uang cair, digotong dengan ban cakar, hilang ke negeri seberang. Mama-mama keringatan, setiap hari menanti kapan sayur jualannya laku. Sepanjang hari terus menanti, kapan 5000 kumal jatuh dari mobil. Besok lagi datang ke tempat itu. Tidak ada koordinasi, konsolidasi, rekonsiliasi, untuk tata ruang, biar mama-mama ini berjualan di tempat yang layak.

Wajib Bubarkan Tim Sukses

Tugas kedua yaitu membubarkan tim sukses. Banyak bupati tidak mampu jewantahkan program-programnya, karena sering diatur-atur oleh tim sukses. Bahkan tim sukses terkadang menjadi pelapor, agar bupatinya masuk penjara. Makanya, bubarkan dulu tim sukses, berikan mereka proyek-proyek besar dan segera membentuk BAPERJAKAT, agar seluruh jabatan dianalisa, dikelolah dan ditetapkan sesuai aturan yang berlaku di negara ini. Disinilah perwujudan sebenarnya dari ajaran Akadoo Akagaa. Tujuannya satu, yaitu agar publik puas.

Pandapat Anda!

Lalu kemudian, orang bertanya, kapan Akadoo Akagaa itu akan berdiri kokoh di negeri Meuwo ini? Solusinya cuma dua. Pertama, ketika seseorang terpilih menjadi bupati, maka langkah pertama yang dia lakukan adalah rekonsiliasi dengan lawan-lawan politiknya, dan yang kedua adalah membubarkan tim sukses.

Setiap kandidat bupati yang terpilih, sebelum menjalankan seluruh visi-misinya, minggu pertama wajib rekonsiliasi dengan lawan-lawan politik yang telah bertaruh dalam pemilihan bupati. Mengapa? Karena setiap kandidat yang maju bupati akan mengusung sumber daya manusia yang siap kerja. Terkadang, banyak sumber daya manusia yang siap kerja, menjadi korban politik karena tidak ada upaya-upaya rekonsiliasi. Banyak dokumen hilang, pembangunan mandeg (totaa-totaa), dan masyarakat (termasuk PNS) tidak terlayani dengan baik.

Tugas kedua yaitu membubarkan tim sukses. Banyak bupati tidak mampu jewantahkan program-programnya, karena sering diatur-atur oleh tim sukses. Bahkan tim sukses terkadang menjadi pelapor, agar bupatinya masuk penjara. Makanya, bubarkan dulu tim sukses, berikan mereka proyek-proyek besar dan segera membentuk BAPERJAKAT, agar seluruh jabatan dianalisa, dikelolah dan ditetapkan sesuai aturan yang berlaku di negara ini. Disinilah perwujudan sebenarnya dari ajaran Akadoo Akagaa. Tujuannya satu, yaitu agar publik puas.

Kedepan rakyat menginginkan agar kandidat bupati dipilih karena programnya, bukan karena banyaknya uang.

Tugas kedua yaitu membubarkan tim sukses. Banyak bupati tidak mampu jewantahkan program-programnya, karena sering diatur-atur oleh tim sukses. Bahkan tim sukses terkadang menjadi pelapor, agar bupatinya masuk penjara. Makanya, bubarkan dulu tim sukses, berikan mereka proyek-proyek besar dan segera membentuk BAPERJAKAT, agar seluruh jabatan dianalisa, dikelolah dan ditetapkan sesuai aturan yang berlaku di negara ini. Disinilah perwujudan sebenarnya dari ajaran Akadoo Akagaa. Tujuannya satu, yaitu agar publik puas.

Pandapat Anda!

Komentar ! [ Kami tidak berhak mengubah komentar anda. Kami hanya berharap gunakan sopan santun dalam berkata-kata ]


Tags: , , ,



Marthen Tetedemay Yegoukotu Douto Douto Group
Sopir Nabire - Bomomani - Moane - Waghete - Enaro




Previous Post

Gara-Gara Miras

Next Post

Serius Menolak Kapitalisme





You might also like



0 Comment


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


More Story

Gara-Gara Miras

DI TUBUH SEORANG PEMABUK Alkohol jelas berbahaya bagi tubuh. Meski Anda bukan pecandu dan hanya peminum moderat atau...

12 September 2013