Breaking

Touyelogy, Bukan Metafisika

Filsafat / Metafisika / Our Voice / 5 September 2013

Ilmu yang mempelajari tentang YANG ADA dicari-cari oleh Aristoteles sejak beradad-abad yang lalu. Ia bingun memberikan nama tentang ilmu yang mempelajari setelah FISIKA, ilmu yang lebih tinggi dari segala ilmu. Dalam buku IV Aristoteles mengatakan bahwa ada suatu ilmu yang bertugas mempelajari “yang ada” (to on hei on; “being as being” atau “being as such”).

Oleh para ilmuan berikutnya memberi nama ilmu yang dicari-cari Aristoteles itu dengan nama Metafisika, yaitu ilmu yang mempelajari setelah fisika atau sebelum fisika. Tetapi ilmu ini lebih mirip Ontologi yaitu disiplin ilmu yang mempelajari kategorisasi benda-benda di alam dan hubungan antara satu dan lainnya. Atau khusus untuk mempelajari tenaga dalam.
Banyak ilmuan juga meyakini, ilmu yang dimaksud Aristoteles ialah ilmu Theologi, tetapi ternyata ilmu ini hanya lebih khusus mempelajari tentang keAllahan.

Oleh karena itu, menurut saya, ilmu yang dicari-cari oleh mas Aris (maksud saya Aristoteles), yaitu Touyelogia, yaitu ilmu yang mempelajari segalanya yang ada. Ilmu ini pertama kali digali dan diangkat oleh filsuf Manfred Mote dan Yakobus Wakei sejak 1992, dan saya mencoba terus menggali dan mempertahankan sekaligus memperkenalkan bahwa sebenarnya, ilmu yang dicari-cari para ahli tersebut adalah Touyelogi.

Oleh karena itu, menurut saya, ilmu yang dicari-cari oleh mas Aris (maksud saya Aristoteles), yaitu Touyelogia, yaitu ilmu yang mempelajari segalanya yang ada. Ilmu ini pertama kali digali dan diangkat oleh filsuf Manfred Mote dan Yakobus Wakei sejak 1992, dan saya mencoba terus menggali dan mempertahankan sekaligus memperkenalkan bahwa sebenarnya, ilmu yang dicari-cari para ahli tersebut adalah Touyelogi.

Terkait pengantar Touyelogi: definisi, sejarah, batasan dll sedang saya persiapkan. Singkatnya, Aristoteles mencari ilmu yang mempelajari tentang “yang ada”, dan ilmu tersebut adalah Touyelogi. TOU = ada, TOTA = sudah ada, TOONA = sedang ada, TOUTA = akan ada dan TOUTO = selalu ada, TOUYE = paham atau aliran yang mempelajari tentang ADA (ada sejak dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya).

Pandapat Anda!

Komentar ! [ Kami tidak berhak mengubah komentar anda. Kami hanya berharap gunakan sopan santun dalam berkata-kata ]


Tags: , ,



Marthen Tetedemay Yegoukotu Douto Douto Group
Sopir Nabire - Bomomani - Moane - Waghete - Enaro




Previous Post

Wahai Anakku Cantik

Next Post

Ewaneetaida, Tempat Istirahat





You might also like



1 Comment

on 14 October 2010

Lorem ipsum dosectetur adipisicing elit



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


More Story

Wahai Anakku Cantik

Ingatlah dan jangan pernah lupa pesan iniWahai anakku cantik, laki laki jaman sekarang tidak bisa dipercaya. Kesetiaan...

3 September 2013